BULU BURUNG
oleh:
Ayodya
lakshmidevi
Sudah lama Rully ingin memiliki seekor burung. Saat
ia berulang tahun, Bapak memberinya seekor burung dara, lengkap dengan
sangkarnya.
Setiap hari Rully selalu merawatnya dengan baik. Saat
akan berangkat sekolah, Rully tak lupa menengok Si Mungil, burung
kesayangannya. Begitu juga pulang sekolah ia langsung menuju sangkar Si Mungil.
"Jangan lupa makan siang dan istirahat lho,
Rul," kata Ibu. "Kalau badanmu sakit karena kecapaian mengurus
Mungil, kamu bisa sakit. Nah, siapa yang akan mengurusnya?"
"Kalau Rully sakit kan Ibu yang
mengurusnya," kata Rully sambil tertawa.
Ibu menggeleng. "Apa kata Bapak kemarin? Kamu
yang harus selalu merawatnya, bukan?" Rully terdiam, kemudian mengangguk
mengiyakan kata ibunya.
Seperti biasanya, siang itu setelah selesai makan,
Rully buru-buru menengok Si Mungil. Tapi tak berapa lama kemudian ia berteriak
kebingungan. "Pak! Pak! Mungil sakit!"
Bapak cepat-cepat datang memeriksanya. Bulu sekitar
leher dan bagian dada Mungil rontok. Tampak kulitnya yang kemerahan. "Oh
Mungil tidak sakit, Rul. Dia sedang mengalami pergantian bulu. Setiap burung
akan mengalami hal serupa ini."
"Pergantian bulu? Kenapa, Pak?" tanya Rully
bingung.
Bapak tersenyum. "Begini, setiap burung akan
mengalami pergantian bulu sebanyak tiga kali dalam hidupnya. Yang pertama saat
burung lahir, dan kedua terjadi saat burung sudah menginjak dewasa.
Masing-masing terjadi satu kali dalam hidupnya."
"Terus yang ketiga?" tanya Rully tak sabar.
"Sabar dulu, Rul. Bapak kan belum
selesai," sahut Bapak tertawa. "Lalu yang ketiga akan terjadi setiap
tahun. Sekarang kamu sudah mengerti? Jadi, Mungil tidak sakit."
Rully mengangguk.
"Nah, sekarang Bapak tanya padamu. Apa gunanya
bulu burung itu?" kata Bapak.
Sesaat Rully terdiam, tapi kemudian menjawab,
"Aku tahu, Pak. Yang pasti sih untuk terbang. Apa ada yang
lain?"
"Ada," jelas Bapak. "Seperti guna
kulit pada manusia, yaitu untuk memelihara suhu badan dan sebagai alat pelindung.
Selain itu bisa dipakai sebagai alat penyamaran. Warna-warna bulu burung
biasanya disesuaikan dengan tempat dia biasa hidup.
"O begitu," Rully mengangguk-angguk.
"Jadi bulu Si Mungil akan kembali seperti dulu lagi, ya?"
"Ya. Asalkan kamu rajin merawatnya agar badannya
selalu sehat," jelas Bapak.
"Kalau itu sih beres, Pak," janji
Rully. "Rully akan merawat Si Mungil dengan baik!"
*****
