KELINCI-KELINCI MITA
oleh: Ayodya lakshmidevi
Pagi itu Mita merasa senang sekali.
Hari itu ia berulang tahun ke empat. Tanpa sepengetahuannya Papa dan Mama
memberi hadiah lima ekor kelinci dan sebuah kandang yang cukup besar.
"Mita, Mita...." seru
Mama. Tapi Mita tidak menjawab. Ia sedang berada dalam kamarnya, 'mengobrol'
dengan Barbie, boneka kesayangannya. Begitu asyiknya Mita bermain sendiri
hingga tak disadarinya Mama sudah berada dalam kamar, berjongkok di sebelahnya.
Mama mengelus lembut kepala Mita sambil tersenyum."Mita, Papa memanggilmu ke depan," kata Mama. "Ayo, kita ke sana."
Mita segera berdiri dan mengikuti Mama keluar sambil menggendong Barbie. Setibanya di luar, tiba-tiba matanya membulat saat dilihatnya Papa sedang berjongkok di depan kandang kelinci.
"Papa....." hanya itu yang bisa diucapkannya. Papa dan Mama tertawa melihat wajah Mita yang lucu.
"Ini hadiah ulang tahunmu, Mita. Bukankah kau sudah lama menginginkannya? Selamat ulang tahun anakku sayang," kata Papa.
"Terima kasih, Ma, Pa," kata Mita sambil mencium pipi kedua orang tuanya. Kemudian Mita mengelus-elus seekor kelinci berbulu putih yang sedang dipegang Papa. "Bulunya halus, ya, Pa?" katanya. "Aku boleh menggendongnya?" Mita memberikan boneka dalam gendongannya pada Mama, dan mengambil kelinci putih itu.
"Cuci tanganmu kalau sudah selesai bermain-main dengan kelinci. Nah, sekarang Papa kembali ke kantor, ya," kata Papa.
Mita mengangguk. Ia melambaikan tangan mengantar kepergian Papa. "Mama, apa makanan kelinci?" tanya Mita.
"Wortel dan kangkung, sayang. Kebetulan Mama punya wortel di dapur." Mama bergegas ke dalam dan ketika keluar ia membawa beberapa buah wortel yang segar-segar.
Mita tertawa senang melihat kelinci gemuk-gemuk itu melahap wortel dengan rakus. Ia asyik bermain-main hingga kakaknya, Lisa pulang sekolah. Mita memamerkan kelinci-kelinci itu pada kakaknya. Setelah berganti pakaian Lisa juga ikut bermain dengan kelinci-kelinci Mita.
"Kak, yang hitam itu yang paling lucu. Badannya paling gemuk. Tadi makannya juga paling rakus," celoteh Mita.
"Mudah-mudahan tidak cepat mati, ya," kata Lisa serius. Ia menimang kelinci hitam yang gemuk itu.
"Mati, Kak? Kenapa?" tanya Mita kaget. Matanya membelalak. Ia menatap kakaknya tak mengerti.
"Kata temanku kelinci sering kena stres kalau merasa sedih. Dia tidak mau makan, sehingga lama-lama akan mati," Lisa menjelaskan.
"O, begitu. Kasihan ya, Kak," ucap Mita. "Tapi aku tidak mau kelinciku mati, Kak. Terus bagaimana caranya, ya?"
"Mungkin kita jangan terlalu sering menggendongnya, biar kelinci tidak takut atau sedih. Untung juga ya kandang ini besar sehingga mereka bisa berlari-larian dengan leluasa," kata Lisa.
"Kelinci-kelinci temanku, kalian jangan sedih, ya. Aku tidak akan menggangu dan menyakitimu karena aku menyayangimu," ucap Mita. Ke lima kelinci itu menatapnya, seolah mengerti ucapan Mita. Kepala kecil mereka mengangguk-angguk.
Mita tersenyum bahagia.
*****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar